Ujian
atau tes biasanya dilaksanakan pada setiap lembaga sekolah, baik itu sekolah
formal atau pun tempat bimbingan belajar. Ujian atau tes merupakan evaluasi
dari setiap kegiatan belajar-mengajar yang telah dilaksanakan, baik bulanan,
tiga bulanan, atau enam bulanan. Ujian atau tes yang paling sering digunakan
mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi adalah pilihan berganda, esai, atau
jawaban tertulis singkat.
Agar
mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya kita harus mengenali syarat dan
pendekatan yang berbeda dari masing-masing esai tersebut. Karena, apa yang
telah dipelajari dan menuangkannya ke dalam bentuk jawaban soal, tentulah hal
yang berbeda. Jadi, setelah kita meguasai materi ujian, yang harus kita lakukan
berikutnya adalah teknik mengerjakan soal-soal ujian sesuai dengan model ujian
tersebut.
Untuk
itu, kali ini saya akan memberikan informasi untuk menguasai teknik sesuai
dengan bentuk ujian yang akan dihadapi, utamanya jenis ujian pilihan ganda dan
jawaban tertulis singkat. Lagi-lagi saya ingatkan, terus berlatih melahap soal
adalah hal yang utama, lalu kombinasikan dengan teknik pengerjaan soal berikut
ini.
A. Tes
Pilihan Ganda
1. Baca
pertanyaan dan jawabannya secara teliti, hati-hati, dan ketahui betul maksud
pertanyaannya.
Kesalahan dalam
memahami maksud kata bisa membuat kamu memilih jawaban yang salah, terutama
untuk pertanyaan yang mengandung kata-kata berikut ini: bukan, kecuali,
selalu, tidak pernah, berapa, biasanya, yang ter---, setiap, dll. Ingat,
ada soal-soal yang memang menuji ketelitian kamu dengan cara ‘menjebak’.
Contoh:
Yang termasuk kelompok unggas, kecuali:
A. Ayam
B. Burung C. Kupu-kupu D. Itik
Jika kamu tidak hati-hati, ada kemungkinan
kamu langsung memilih ayam, karena ayam adalah termasuk unggas yang paling
popular. Itulah jebakannya, pada kata kecuali.
2. Setelah membaca pertanyaan, antisipas jawabannya, dan
carilah ke dalam pilihan jawaban.
Jika kamu tidak
menemukan jawabannya, kemungkinan jawaban itu tersembunyi dalam uraian
kata-katanya (pertanyaannya). Jadi, teliti lagi pertanyaannya dan pertimbangkan
alternatif jawaban lainnya.
3. Bacalah
dan teliti setiap pilihan.
Jangan terlalu mudah
atau terlalu berani mengambil pilihan yang kelihatannya bagus semata. Kesalahan
umum, banyak siswa tidak membaca seluruh pertanyaan hingga selesai. Mereka
hanya membaca sampai pada pilihan yang “tampaknya” benar dan langsung memilih
sebagai jawaban, tanpa melihat pilihan berikutnya.
Misalnya, sampai pada
pilihan B siswa menemukan jawaban yang benar, tanpa melihat pilihan C, D,
maupun E. Terkadang, jawaban yang benar mungkin ada pada pilihan E yang
berbunyi; jawaban B dan D benar. Menyakitkan bukan? Jadi, bacalah sampai
selesai.
4. Jika
kamu belum menemukan jawabannya, gunakan proses menghilangkan kemungkinan.
Daripada kamu coba-coba
menghitung kancing untuk memilih jawabannya, lebih baik ikuti lima langkah ini
yang lebih pasti kemungkinannya:
a. Buang
pilihan yang sudah jelas sangat salah.
b. Buang
pilihan yang salah sebagian. Cirinya adalah kelihatannya benar, tetapi ada satu
atau dua kata yang salah.
c. Buang
pilihan yang paling berbeda dari semua pilihan. Biasanya, itu yang salah.
Contoh, pilihan dalam ukuran ratusan, lalu ada pilihan yang ukurannya dalam
jutaan.
d. Jika
kamu temui dua pilihan yang sangat mirip, salah satunya biasanya pilihan yang
benar. Jadi, batasi saja pilihanmu di
situ.
e. Jika
kamu temui dua pilihan yang berlawanan, salah satunya biasanya adalah pilihan
yang benar. Jadi batasi saja pilihanmu disitu. Contoh, A. – 16, dan C. 16.
5. Beralih
ke soal lain bila mentok.
Jika kamu tidak bisa
memutuskan pilihan jawabnmu setelah menggunakan proses membuang pilihan,
lingkari nomor pertaanyaan itu, lalu segera kerjakan nomor berikutnya.
6. Kamu
tidak boleh membuang waktu.
Pertanyaan lainnya
mungkin memberikan kamu tanda-tanda yang lebih jelas sehingga kamu bisa
menjawab pertanyaan itu dengan mantap. Segera kembali ke nomor yang dilingkari
jika kamu sudah mempunyai gambaran jawabannya, atau setelah kamu menjawab semua
pertanyaan lainnya.
7. Waspadai
soal yang mencurigakan.
Jika sebuah pertanyaan
tampak begitu sederhana dan kelihatannya mencurigakan, bertanyalah pada dirimu,
mengapa si pembuat soal harus bertanya dengan pertanyaan yang sangat mudah?
Berhati-hatilah dalam memilih sebuah jawaban yang sangat jelas menunjukan bahwa
itu pertanyaan yang konyol atau mencurigakan. Mungkin saja, itu jenis
pertanyaan yang menjebak dan memang bermaksud supaya kamu masuk perangkapnya. So,
ulangi lagi, baca lagi secara hati-hati, dan setelah merasa pasti, baru
jawablah dengan mantap.
8. Kepepet,
gunakan saja feeling kamu.
Jika semua cara di atas sudah kamu
lakukan dan kamu belum juga menemukan
jawabnnya, gunakan saja feeling-mu terhadap pilihan yang paling enak.
Kamu tidak perlu menganalisis lagi, tapi cukup menenangkan diri dan berkata
dalam hati, “Aku yakin ini pilihan yang benar”.
B. Tes
Essai (jawaban tertulis)
Pada tes esai ini, buka
lagi hafalan yang menjadi andalan, sekalipun bahan hafal itu jugalah yang
menjadi inti jawaban. Tes esai dimaksudkan untuk menguji kemampuan dalam
menganalisis pertanyaan, menyusun alur jawaban, cara mengkomunikasikan
pemikiran, dan menuangkannya ke dalam jawaban secara cepat dan tepat.
Berikut ini adalah enam
langkah yang bisa digunakan sebagai panduan dalam menghadapi ujian esai:
1. Persiapkan
minimal dua buah pena dan banyak kertas jawaban.
Ini untuk berjaga-jaga
jika salah satu pena macet atau kertas kurang. Jika kamu mamakai pensil, bawalah
dua atau lebih pensil yang sudah diraut terlebih dahulu. Sebab, sering terjadi
jawaban tertulis mengalami banyak kesalahan atau ruang kertasnya tidak cukup
menampung jawaban yang panjang lebar.
2. Tulislah
jawabanmu dengan rapi, bersih, terang, dan jelas supaya dapat dibaca dengan
mudah.
Guru atau pengoreksi
ujian harus membaca/mengoreksi banyaknya jenis tulisan secara bersamaan. Hal
ini benar-benar melelahkan, sehingga jika tulisanmu tidak rapi, banyak coretan,
sulit dibaca, ada kemungkinan jawabanmu dinilai kurang atau malah disalahkan.
3. Gunakan
bahasa baku.
Dalam menulis jawaban,
gunakanlah bahasa yang baku agar mudah dipahami oleh guru/pemeriksa jawaban.
Jangan menggunakan bahasa gaul, karena ada kemungkinan jawabnmu dinilai kurang
atau malah tidak sopan.
4. Gunakan
teknik mind mapping.
Teknik mind mapping dapat
digunakan untuk membantu kamu menuangkan ide-ide secara garis besar.
5. Perhatikan
alokasi waktu pengerjaan.
Selama kamu mengerjakan
soal, usahakan kamu perhatikan alokasi waktu pengerjaan setiap soalnya,
sekaligus sediakan waktu untuk membaca atau mengecek ulang jawabanmu.
6. Selesaikan
atau jawab semua pertanyaan.
Saya sarankan jangan sampai ada
jawaban yang dikosongkan. Mengapa demikian? Karena guru/pemeriksa jawaban
biasanya lebih menghargai seseorang yang berusaha menjawab pertanyaan dari pada
tidak sama sekali. Setelah itu, pastikan kamu secara teliti. Bila menemukan
jawaban yang salah atau tidak lengkap, segera perbaiki dalam sisa waktu yang
tersisa.





