Rabu, 29 Maret 2017

[TRIK] Tips Ampuh Mengisi Soal Pilihan Ganda dan Essai


Ujian atau tes biasanya dilaksanakan pada setiap lembaga sekolah, baik itu sekolah formal atau pun tempat bimbingan belajar. Ujian atau tes merupakan evaluasi dari setiap kegiatan belajar-mengajar yang telah dilaksanakan, baik bulanan, tiga bulanan, atau enam bulanan. Ujian atau tes yang paling sering digunakan mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi adalah pilihan berganda, esai, atau jawaban tertulis singkat.
Agar mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya kita harus mengenali syarat dan pendekatan yang berbeda dari masing-masing esai tersebut. Karena, apa yang telah  dipelajari dan menuangkannya  ke dalam bentuk jawaban soal, tentulah hal yang berbeda. Jadi, setelah kita meguasai materi ujian, yang harus kita lakukan berikutnya adalah teknik mengerjakan soal-soal ujian sesuai dengan model ujian tersebut.

Untuk itu, kali ini saya akan memberikan informasi untuk menguasai teknik sesuai dengan bentuk ujian yang akan dihadapi, utamanya jenis ujian pilihan ganda dan jawaban tertulis singkat. Lagi-lagi saya ingatkan, terus berlatih melahap soal adalah hal yang utama, lalu kombinasikan dengan teknik pengerjaan soal berikut ini.


A.    Tes Pilihan Ganda
 1.  Baca pertanyaan dan jawabannya secara teliti, hati-hati, dan ketahui betul maksud pertanyaannya.

Kesalahan dalam memahami maksud kata bisa membuat kamu memilih jawaban yang salah, terutama untuk pertanyaan yang mengandung kata-kata berikut ini: bukan, kecuali, selalu, tidak pernah, berapa, biasanya, yang ter---, setiap, dll. Ingat, ada soal-soal yang memang menuji ketelitian kamu dengan cara ‘menjebak’.

Contoh:

           Yang termasuk kelompok unggas, kecuali:

A.    Ayam B. Burung C. Kupu-kupu D. Itik

 Jika kamu tidak hati-hati, ada kemungkinan kamu langsung memilih ayam, karena ayam adalah termasuk unggas yang paling popular. Itulah jebakannya, pada kata kecuali.

2.  Setelah  membaca pertanyaan, antisipas jawabannya, dan carilah ke dalam pilihan jawaban.

Jika kamu tidak menemukan jawabannya, kemungkinan jawaban itu tersembunyi dalam uraian kata-katanya (pertanyaannya). Jadi, teliti lagi pertanyaannya dan pertimbangkan alternatif jawaban lainnya.

3.      Bacalah dan teliti setiap pilihan.

Jangan terlalu mudah atau terlalu berani mengambil pilihan yang kelihatannya bagus semata. Kesalahan umum, banyak siswa tidak membaca seluruh pertanyaan hingga selesai. Mereka hanya membaca sampai pada pilihan yang “tampaknya” benar dan langsung memilih sebagai jawaban, tanpa melihat pilihan berikutnya.

Misalnya, sampai pada pilihan B siswa menemukan jawaban yang benar, tanpa melihat pilihan C, D, maupun E. Terkadang, jawaban yang benar mungkin ada pada pilihan E yang berbunyi; jawaban B dan D benar. Menyakitkan bukan? Jadi, bacalah sampai selesai.

4. Jika kamu belum menemukan jawabannya, gunakan proses menghilangkan kemungkinan.

Daripada kamu coba-coba menghitung kancing untuk memilih jawabannya, lebih baik ikuti lima langkah ini yang lebih pasti kemungkinannya:

a.       Buang pilihan yang sudah jelas sangat salah.

b.      Buang pilihan yang salah sebagian. Cirinya adalah kelihatannya benar, tetapi ada satu atau dua kata yang salah.

c.       Buang pilihan yang paling berbeda dari semua pilihan. Biasanya, itu yang salah. Contoh, pilihan dalam ukuran ratusan, lalu ada pilihan yang ukurannya dalam jutaan.

d.      Jika kamu temui dua pilihan yang sangat mirip, salah satunya biasanya pilihan yang benar. Jadi, batasi saja  pilihanmu di situ.

e.       Jika kamu temui dua pilihan yang berlawanan, salah satunya biasanya adalah pilihan yang benar. Jadi batasi saja pilihanmu disitu. Contoh, A. – 16, dan C. 16.

5.      Beralih ke soal lain bila mentok.

Jika kamu tidak bisa memutuskan pilihan jawabnmu setelah menggunakan proses membuang pilihan, lingkari nomor pertaanyaan itu, lalu segera kerjakan nomor berikutnya.

6.      Kamu tidak boleh membuang waktu.

Pertanyaan lainnya mungkin memberikan kamu tanda-tanda yang lebih jelas sehingga kamu bisa menjawab pertanyaan itu dengan mantap. Segera kembali ke nomor yang dilingkari jika kamu sudah mempunyai gambaran jawabannya, atau setelah kamu menjawab semua pertanyaan lainnya.

7.      Waspadai soal yang mencurigakan.

Jika sebuah pertanyaan tampak begitu sederhana dan kelihatannya mencurigakan, bertanyalah pada dirimu, mengapa si pembuat soal harus bertanya dengan pertanyaan yang sangat mudah? Berhati-hatilah dalam memilih sebuah jawaban yang sangat jelas menunjukan bahwa itu pertanyaan yang konyol atau mencurigakan. Mungkin saja, itu jenis pertanyaan yang menjebak dan memang bermaksud supaya kamu masuk perangkapnya. So, ulangi lagi, baca lagi secara hati-hati, dan setelah merasa pasti, baru jawablah dengan mantap.

8.      Kepepet, gunakan saja feeling kamu.

Jika semua cara di atas sudah kamu lakukan dan kamu  belum juga menemukan jawabnnya, gunakan saja feeling-mu terhadap pilihan yang paling enak. Kamu tidak perlu menganalisis lagi, tapi cukup menenangkan diri dan berkata dalam hati, “Aku yakin ini pilihan yang benar”.


B.     Tes Essai (jawaban tertulis)

Pada tes esai ini, buka lagi hafalan yang menjadi andalan, sekalipun bahan hafal itu jugalah yang menjadi inti jawaban. Tes esai dimaksudkan untuk menguji kemampuan dalam menganalisis pertanyaan, menyusun alur jawaban, cara mengkomunikasikan pemikiran, dan menuangkannya ke dalam jawaban secara cepat dan tepat.

Berikut ini adalah enam langkah yang bisa digunakan sebagai panduan dalam menghadapi ujian esai:

1.      Persiapkan minimal dua buah pena dan banyak kertas jawaban.

Ini untuk berjaga-jaga jika salah satu pena macet atau kertas kurang. Jika kamu mamakai pensil, bawalah dua atau lebih pensil yang sudah diraut terlebih dahulu. Sebab, sering terjadi jawaban tertulis mengalami banyak kesalahan atau ruang kertasnya tidak cukup menampung jawaban yang panjang lebar. 

2.      Tulislah jawabanmu dengan rapi, bersih, terang, dan jelas supaya dapat dibaca dengan mudah.

Guru atau pengoreksi ujian harus membaca/mengoreksi banyaknya jenis tulisan secara bersamaan. Hal ini benar-benar melelahkan, sehingga jika tulisanmu tidak rapi, banyak coretan, sulit dibaca, ada kemungkinan jawabanmu dinilai kurang atau malah disalahkan.

3.      Gunakan bahasa baku.

Dalam menulis jawaban, gunakanlah bahasa yang baku agar mudah dipahami oleh guru/pemeriksa jawaban. Jangan menggunakan bahasa gaul, karena ada kemungkinan jawabnmu dinilai kurang atau malah tidak sopan.

4.      Gunakan teknik mind mapping.

Teknik mind mapping dapat digunakan untuk membantu kamu menuangkan ide-ide secara garis besar.

5.      Perhatikan alokasi waktu pengerjaan.

Selama kamu mengerjakan soal, usahakan kamu perhatikan alokasi waktu pengerjaan setiap soalnya, sekaligus sediakan waktu untuk membaca atau mengecek ulang jawabanmu.

6.      Selesaikan atau jawab semua pertanyaan.

Saya sarankan jangan sampai ada jawaban yang dikosongkan. Mengapa demikian? Karena guru/pemeriksa jawaban biasanya lebih menghargai seseorang yang berusaha menjawab pertanyaan dari pada tidak sama sekali. Setelah itu, pastikan kamu secara teliti. Bila menemukan jawaban yang salah atau tidak lengkap, segera perbaiki dalam sisa waktu yang tersisa.

[TRIK] Cara Menjawab Cepat Pertanyaan Pilihan Ganda

Hallo hallo hallo, bentar lagi mau UN nih bagi yang SMP, gua juga bakal ngikutin UN tahun 2017 kali ini. Bagi kakak-kakak yang SMA/SMK/MA semangat yaa... semoga mendapatkan hasil yang terbaik, dan bisa mencapai masa depan yang lebih baik. Aaamiin, Semangka!! :D

Btw, gua juga khawatir akan nilai UN gua nanti, 36 dapet di tangan gak ya? Tinggal 19 hari lagi nih... aduhh, nentuin SMA mau dimana aja belom ada keputusan yang pasti. Tapi, sesuatu hal yang pasti adalah UN itu
PILIHAN GANDA.

Nah, ada hubungannya tuh sama artikel pertama kali ini. Jadi apa aja sih tips untuk ngerjain soal pilihan ganda??
Seperti yang kita tau bahwa untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris itu soalnya 50. Dan ada 4 pilihan A, B, C, D. Jadi,
Nah, ada hubungannya tuh dengan artikel kali ini. Jadi apasih tips untuk ngerjain soal pilihan ganda?? Seperti yang kita tau bahwa untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris itu soalnya 50. Dan ada 4 pilihan A B C D. Jadi,
50/4 ± 3 = 9,5 ...... 15,5
Okeh, kita asumsikan bahwa 9,5 jadi 9 / 10. 15,5 jadi 15 / 16. Maksudnya apasih Owner? Jadi, penulis soal UN itu orang khusus, dan otomatis kunci jawaban yang terbentuk juga gak asal-asalan. Semua kunci jawaban telah terpola. Setelah dibulatkan kita dapat
50/4 ± 3 = 9 - 10 ...... 15 - 16
Jadi, setiap pilihan A atau B atau C atau D memiliki peluang muncul MINIMAL 10 kali. Dan MAKSIMAL 16 kali. Dan mungkin juga DIANTARA 10 - 16. Ini berarti, satu nilai plus bagi lo disaat lo nemuin soal sulit yang bener-bener bikin lo ngestuck di soal itu, udah mepet, mentok, lengkap sudah.

Lah kalo soalnya 40? Ini, makin enak angkanya bulet.
40/4 ± 3 = 7 ...... 13
Rumus:
Jumlah soal/Jumlah option ± 3

Cara ngegunainnya gimana? Nanti, liat aja di LJK lo pas UN, kalo seandainya jawaban soal yang A itu cuman 5. Berarti kemungkinan bakal ada 5 atau 4 soal yang akan salah. Karena harusnya yang 5 atau 4 soal itu dijawabnya dengan pilihan A. Yakin amat gue ngomong gini. Eh beneran lhoo ini beneran serius.

Terus, gak semuanya pilihan itu memenuhi angka maksimal karna 16 x 4 = 64. Tapi, selalu ada pilihan yang LEBIH. Maksudnya lebih apasih? Lebih dari angka maksimal. Nah, pilihan apa aja sih yang paling sering dilebihkan??


Peringkat 1 diduduki oleh B
Peringkat 2 diduduki oleh C
Peringkat 3 diduduki oleh A
Peringkat 4 diduduki oleh D

Maksudnya apalagi sih ini? Disaat kamu bener-bener polos, gak tau apa-apa, apalagi paket ada 20, gak mungkin ada contekan, mentok, waktu bentar lagi abis, maka pilihlah jawaban BTapi kalo kamu gak percaya teori ini, maka kamu bisa ngikutin kata hati kamu, karna menurut penelitian orang yang menjawab dengan kata hati punya peluang 50% benar.

Kenapa harus B, kenapa gak A atau D atau C?

Kalo terlalu banyak keluar, gak seru dong, baru liat pilihan pertama udah ketemu jawabannya, jadinya gak banyak perlawanan. Kalo D yang terlalu banyak kelebihannya, kasian juga muridnya, terlalu lama ngabisin waktu buat baca semua pilihan, belum ngelingkerin + ngitemin jawabannya, jadi gak efektif.

Nah, yang paling seimbang itu antara B kalo gak C. Udah paham?? Intinya jangan biarkan ada pilihan A atau B atau C atau D yang jumlahnya dibawah 10 jika total soalnya 50. Okeh?


Ps: disini gua gak nulis tentang jawab soal yang mudah dulu, kalo susah tinggal, kalo ragu-ragu belakangan aja jawabnya, teliti baca soal, jangan terlalu cepet atau lambat. Karena itu udah terlalu mainstream. Kalo masih bingung, komen aja yaaa